REFLEKSI PRIBADI MINGGU PALMA 2020
Foto tak sengaja diambil di Bengkang, Desa Compang Ndehes hari ini, Minggu, 5 April 2020 pada saat pemberkatan daun palma.
Refleksi...
Wahai kaum beriman yang terkasih dalam Yesus Kristus, coba kita perhatikan baik-baik selama beberapa detik foto di atas dan merenungkannya. Mungkin itu bukan penampakan atau mungkin hanya gumpalan awan yang berbentuk seperti wajah. Tapi saya secara pribadi sebagai manusia yang beriman akan Tuhan, mau merefleksikan bahwa di hari Minggu Palma yang sangat sederhana ini yang tidak dirayakan seperti biasanya, yang juga sangat bersejarah dalam kehidupan saya sebagai umat Katolik berpikir bahwa hari ini Tuhan melihat dan memperhatikan kita umat-nya bagaimana kita bertindak menyambut kedatangan-Nya meskipun di tengah wabah virus Corona yang mematikan ini. Sebagai manusia yang beriman akan Tuhan juga saya merefleksikan bahwa di tengah wabah virus Corona ini kita mungkin mau diajak untuk merenungkan tindakan, cara hidup dan hubungan kita dengan Sang -Allah. Minggu Palma merupakan ungkapan kembali kegembiraan umat Yerusalem dalam menyambut kedatangan Yesus Kristus yang 5 hari sebelum Ia ditangkap dan disalibkan. "Hossana Putra Daud " kata hosana berarti "Selamatkanlah !" . Saya yakin hari Minggu Palma yang dirayakan sangat sederhana dan merasakan kesedihan karena rindu perayaan yang teratur dengan baik biasanya, hari ini Tuhan mau mengajak kita untuk kembali merefleksikan tindakan kita terhadap Tuhan selama ini . Baiklah kita ketahui bahwa perayaan secara sederhana begini disebabkan oleh karena Virus Corona atau Covid-19, tetapi sebagai kaum khatolik yang merindukan kehadiran Tuhan sebagai sang penyelamat, bolehlah kita berpersepsi bahwa Tuhan memiliki rancangan dan rencana yang lebih indah dibalik semua ini untuk kita umat manusia. Kita meyakini bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita dalam keadaan apapun , tetapi kita perlu merefleksikan, apakah kita sering meninggalkan Tuhan ?
"PENOLONG KITA IALAH TUHAN". Aminnnn...
Terimakasih 🙏🙏
Refleksi...
Wahai kaum beriman yang terkasih dalam Yesus Kristus, coba kita perhatikan baik-baik selama beberapa detik foto di atas dan merenungkannya. Mungkin itu bukan penampakan atau mungkin hanya gumpalan awan yang berbentuk seperti wajah. Tapi saya secara pribadi sebagai manusia yang beriman akan Tuhan, mau merefleksikan bahwa di hari Minggu Palma yang sangat sederhana ini yang tidak dirayakan seperti biasanya, yang juga sangat bersejarah dalam kehidupan saya sebagai umat Katolik berpikir bahwa hari ini Tuhan melihat dan memperhatikan kita umat-nya bagaimana kita bertindak menyambut kedatangan-Nya meskipun di tengah wabah virus Corona yang mematikan ini. Sebagai manusia yang beriman akan Tuhan juga saya merefleksikan bahwa di tengah wabah virus Corona ini kita mungkin mau diajak untuk merenungkan tindakan, cara hidup dan hubungan kita dengan Sang -Allah. Minggu Palma merupakan ungkapan kembali kegembiraan umat Yerusalem dalam menyambut kedatangan Yesus Kristus yang 5 hari sebelum Ia ditangkap dan disalibkan. "Hossana Putra Daud " kata hosana berarti "Selamatkanlah !" . Saya yakin hari Minggu Palma yang dirayakan sangat sederhana dan merasakan kesedihan karena rindu perayaan yang teratur dengan baik biasanya, hari ini Tuhan mau mengajak kita untuk kembali merefleksikan tindakan kita terhadap Tuhan selama ini . Baiklah kita ketahui bahwa perayaan secara sederhana begini disebabkan oleh karena Virus Corona atau Covid-19, tetapi sebagai kaum khatolik yang merindukan kehadiran Tuhan sebagai sang penyelamat, bolehlah kita berpersepsi bahwa Tuhan memiliki rancangan dan rencana yang lebih indah dibalik semua ini untuk kita umat manusia. Kita meyakini bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita dalam keadaan apapun , tetapi kita perlu merefleksikan, apakah kita sering meninggalkan Tuhan ?
"PENOLONG KITA IALAH TUHAN". Aminnnn...
Terimakasih 🙏🙏


Tuhannn Yesus,Ampunilah Kami Umatmu,,,sekitanya boleh,,biarlah Qabah ini segera berlalu dari muka bumi ini,,kami rindu menyambut Tubuh dan DaraMu,,,Kasihanilah Kami Ya Tuhannnn
ReplyDelete