Ceak Hutu ( Mencari Kutu): Ada Unsur Dibalik Gosip


Wahai kaum milenial yang suka baca-baca terimakasih sudah masuk dalam blog ini dan membaca tulisan ini. Salam segar dan sehat di sore hari karena setelah mandi apalagi ditemani secangkir kopi/teh pasti ingin sekali mencari inspirasi saat-saat hari akan gelap. Kali ini saya akan coba membahas tentang "Ceak Hutu". To be honest saya tidak terlalu paham filosofi ceak hutu ini. Namun saya ingin coba mengungkapkan pikiran saya tentang kegiatan ini.

Ceak Hutu merupakan aksi yang sangat rutin dilakukan oleh orang tua, bahkan anak-anak perempuan di Manggarai, Flores. Mungkin hal ini juga dilakukan di daerah lain. Namun disini saya coba menafsirkan makna yang terkandung dalam kegiatan ceak hutu ini.  Ceak hutu memang tujuan utamanya adalah mencari kutu karena konon katanya neneng moyang zaman dulu memiliki banyak kutu di kepala. Nah, dengan ini saya coba mengungkapkan bahwa disisi lain dari ceak hutu ini ialah ada unsur keakraban mutualisme. Kita ketahui yang mereka lakukan adalah saling membantu membersihkan kepala sesama dari binatang yang hidup di kepala/ rambut. Mereka tidak hanya serius mencari kutu, namun mereka juga saling berdiskusi satu sama lain. Entah itu gosip, rencana kegiatan, saling curhat masalah dalam keluarga dan sebagainya. Kegiatan bisa lebih 2 orang yang artinya tidak terbatas orang yang ada dalam barisan yang saling membelakangi. Nah, mungkin ada pertanyaan bagaimana pelaku paling belakang ? Tentu saja jawabannya mereka akan bergilir hingga mendapatkan bagian. Aktivitas ini tidak tentu waktunya. Untuk mengakhirinya tergantung kesepakatan di antara mereka. Dengan kegiatan ini rasa persaudaraan dan persahabatan di suatu lingkungan/ tetangga rumah sangat erat. Dengan kegiatan ini juga mereka tidak sungkan untuk bersilaturahmi yang selalu disila oleh kopi Manggarai ( tradisi Manggarai). Di Manggarai tidak minum kopi berarti tidak menghargai niat baik si pemilik rumah. Ini saja deh yang bisa saya tulis , mohon untuk menambah kata-kata sesuai judul tulisan ini, silahkan ketik di kolom komentar. Mari kita belajar bersama...

#Salam Pemuda Peduli Lingkungan
#Salam Pro Deo Et Patria

Comments

  1. Ceak hutu...budaya wanita manggarai...sbg ungkapan keakraban tpi jga meningkatkan gosip😄😄😄😄bgus saudara...kta ambil sisi positifnya saja...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pelayanan liturgi di Paroki Santu Yakobus, Wangkung