SEMINAR NASIONAL DI SETIA BAKTI RUTENG


Dalam rangka merayakan HUT ke-50 SMAK Setia Bakti Ruteng, Rabu, 25/9/19, maka panitia penyelenggara kegiatan ini mengadakan seminar nasional yang bertema ; Mencerdaskan Manusia, Memajukan Dunia. Adapun peserta yang hadir dalam kegiatan ini , yakni mahasiswa/i dan beberapa Dosen dari Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, siswa-siswi SMAK St Fransiskus Xaverius Ruteng, siswa-siswi dan para guru SMAK Setia Bakti Ruteng dan 4 Pemateri  yang datang dari Jakarta, yaitu dari Universitas Bina Nusantara (BINUS). Adapun tema yang dibawakan oleh pemateri 1, Dr. Muhammad Hamsal, M.S.E.M.Q.M.MBA, yaitu Daya Saing Bangsa dan Pendidikan. Pemateri 2 , Dr. Asnan Furinto, MBA, yaitu Strategi Membangun Citra Sekolah. Pemateri 3, Dr. Agustinus Bandur, S.Pd.Ph.D, yaitu Globalisasi Pendidikan dan Managemen Berbasis Sekolah. Pemateri 4, Dr. Hubertus Muda, SVD, yaitu Pendidikan dan Kegelisahan Milenial. Kegiatan
ini dipimpin oleh Bpk. Viktor selaku Moderator dan Beliau adalah salah seorang guru SMAK Setia Bakti Ruteng.  "Ke-Empat Pemateri ini adalah PEMALU yaitu Pemuda Masa Lalu 😆", kata pak Viktor. Adapun substansi yang dibicarakan dalam seminar ini adalah Bagaimana membangkitkan semangat kaum muda agar tidak TBC (tidak bisa komputer), FLU (Facebook melulu) dan BATUK (Banyak Ngantuk)😆. Di sini ditekankan bahwa Kualitas SDM bangsa Indonesia terutama kaum muda sebagai generasi penerus bangsa Indonesia kalau disaingi dengan Bangsa lain terbilang sangat rendah. Urutan Daya saing Indonesia ada di peringkat 32 dari 63 Negara. Hal ini disebabkan karena minat dan Budaya membaca anak muda Indonesia sangat rendah. "Saya, waktu di Jepang dan ketika menaiki kereta di bawah tanah, masing-masing orang dalam satu kereta sibuk membaca, entah apa yang mereka baca saya tidak tahu, intinya membaca", kata Bpk.Hamsal. Membaca tidak harus selalu monoton, tetapi kita bisa baca apa saja, "kata Bpk. Hamsal". Generasi muda zaman sekarang semestinya Giat dan gemar membaca, karena semuanya serba mudah dan di sediakan, "tutur Bpk. Hamsal". Nah bagaimana kita mau menyaingi Bangsa lain ?. Kita sebaiknya membaca cepat , maksudnya kita harus bisa membaca melebihi orang berprestasi, kita harus bisa lebih hebat dari orang yang hebat, kita harus mempunyai tekad untuk hilangkan TBC, FlU dan BATUK"kata Bpk. Asnan ". Kita juga harus mampu pertahan dan kembangkan nilai-nilai moral di dalam diri kita, sehingga dengan itu kita memiliki harapan yang kuat demi masa depan kita, "Kata Pater Hubert ". Demikian juga Bpk. Asnan mengungkapkan ; di zaman sekarang, orang buta huruf adalah  bukan orang tidak tahu membaca, tetapi mereka yang tidak mau membaca. PH.

Comments

Popular posts from this blog

Ceak Hutu ( Mencari Kutu): Ada Unsur Dibalik Gosip

Pelayanan liturgi di Paroki Santu Yakobus, Wangkung