Hidup Dipandang Sebagai Masalah | Perseteruan Akal Sehat vs Politik

 " I can not teach anybody but i can make them think" Socrates.
  
  "Ijazah adalah tanda seseorang pernah sekolah bukan tanda ia pernah berpikir " Rocky Gerung.

Salam hangat di awal kata dan salam manis di akhir kalimat buat kalian sahabat terkasih.
Tulisan ini dibuat bukan semata-mata untuk mengajar atau mendidik siapapun yang membaca, melainkan untuk mengajak supaya lebih kreatif dalam berpikir. Tulisan ini juga merupakan sebuah hipotesis yang mungkin harus diinvestigasi.

Hidup Adalah Masalah ...🙊
What 🤷 ?

Banyak orang mengartikan definisi kehidupan secara berbeda-beda. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin radikal, manusia pun terus diuji untuk berpikir kritis . Berbagai macam bentuk definisi kehidupan yang membuat manusia menjadi radikal dalam berambisi. Manusia memang hakekatnya harus berambisi dan ingin selalu bahagia. Tetapi bagaimana mungkin ambisi itu bisa dikontrol tanpa ada alatnya. Realita kehidupan zaman sekarang dilihat dari segi paradigma, manusia cenderung berlomba-lomba memperjuangkan kepentingan pribadi supaya dapat disebarluaskan bahwa he is a success person / orang hebat. Banyak orang yang mengartikan bahwa hidup adalah "perjuangan", namun dibalik itu banyak yang berjuang keras dan terlalu fokus pada apa yang dilakukan sehingga terkadang lupa untuk kontrol dan akibatnya merusak diri sendiri dan lingkungan. Sungguh miris dan kejamnya dunia ini ketika ada orang fanatik dengan ambisinya yang menggunakan segala cara yang bukan merupakan pedagogis yang baik untuk diwariskan demi meraih kenikmatan sesaat/duniawi sehingga lupa terhadap penderitaan sesama. Haruskah sekejam ini konsep hidup diartikan ? Atau itu hanyalah sesat pikir yang lahir dari kerakusan ? Baiklah di sini juga saya ingin membuat refleksi iman; Allah menginginkan manusia untuk mengasihi sesama, karena sejatinya dihadapan Allah semua sama. Allah menginginkan supaya cinta dan kasih-Nya selalu diwariskan dari generasi ke regenerasi, Allah menginginkan supaya manusia sama-sama tenggang rasa dan tepa selira. Sayangnya juga banyak sekali kejadian manusia yang merusak diri sendiri dan lingkungannya ( bunuh diri dan membunuh, merampok, memperkosa, korupsi, dsb ) akibat ambisi yang tidak tercapai. Yang lebih mirisnya lagi ketika ada orang yang mengartikan pendidikan sebagai sarana untuk memanfaatkan sesama manusia bukan untuk memanusiakan manusia. Lalu pertanyaan, dimanakah akal sehat sebagai pengontrol ? Ataukah ini adalah kedunguan yang disebabkan kurangnya pengetahuan ? Let's think about it.

Baiklah saya kembali membahas mengapa hidup dipandang sebagai masalah ? Pertanyaan tentang konsep ini tentu tidak sampai di pertanyaan apa, namun saya ingin mengartikannya menggunakan 5 kata tanya(5 w +1 h); what, why, where, when & how.
What/ Apa itu hidup ? Hidup adalah masalah. Why/ Mengapa hidup ? Karena ada orang/pribadi/manusia.
Where/ Dimanakah hidup ? Di dalam diri setiap orang. When/ Kapan hidup ? Setiap waktu. How/ Bagaimana hidup ? Dilakukan, dijalankan, dicari solusinya.
Jadi, dari pertanyaan-pertanyaan di atas saya menyimpulkan secara induktif bahwa "Hidup adalah masalah dalam diri manusia yang setiap waktu harus dicari solusinya".
....sekian dan terimakasih...

#neka gelang menyerah mose ho
= Jangan cepat menyerah
#neka kawe cara gampang kad kudu jadi Boss = jangan menggunakan cara yang gampang/licik untuk mendapatkan kekuasaan.

"Hidup memang memiliki banyak kekacauan, kendati demikian selalu harus ada harapan, karena dengan itu kita dapat memahami diri kita sendiri". 

Oleh : Patris Harsan

-Salam Pemuda Peduli Lingkungan
-Salam Pro Deo Et Patria

Comments